Selasa, 12 Oktober 2010

Imunisasi...Yes or No

0

Bahaya IMUNISASI!

Imunisasi merupakan cara terbaik untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit. Anda mendengar hal ini dari dokter, media masa, brosur di klinik, atau teman-teman Anda. Tetapi, apakah Anda pernah berpikir ulang tentang tujuan imunisasi? Pernahkah anda meniliti lebih lanjut terhadap isu-isu dan cerita mengenai sisi lain imunisasi (yang tidak pernah diinformasikan oleh dokter)? Baiklah, mari kita ikuti lebih lanjut…

Serangkaian imunisasi yang terus digiatkan hingga saat ini oleh pihak-pihak terkait yang katanya demi menjaga kesehatan anak, patut dikritisi lagi baik dari segi kesehatan maupun syariat. Teori pemberian vaksin yang menyatakan bahwa “memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan kepada manusia akan menghasilkan pelindung berupa anti bodi tertentu untuk menahan serangan penyakit yang lebih besar. Benarkah?

Tiga Mitos Menyesatkan
Vaksin begitu dipercaya sebagai pencegah penyakit. Hal ini tidak terlepas dari adanya 3 mitos yang sengaja disebarkan. Padahal, hal itu berlawanan dengan kenyataan.
effektif melindungi manusia dari penyakit.
Kenyataan: Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin.
Imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit.
Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum dikenalkan imunisasi secara masal. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit infeksi yang mematikan di AS dan Inggris mengalami penurunan rata-rata sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. The British Association for the Advancement of Science menemukan bahwa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.
imunisasi benar-benar aman bagi anak-anak
Yang benar, imunisasi lebih besar bahayanya. Salah satu buktinya, pada tahun 1986, kongres AS membentuk The National Childhood Vaccine Injury Act, yang mengakui kenyataan bahwa vaksin dapat menyebabkan luka dan kematian.

Racun dan Najis? Tak Masuk Akal
Apa saja racun yang terkandung dalam vaksin? Beberapa racun dan bahan berbahaya yang biasa digunakan seperti Merkuri, Formaldehid, Aluminium, Fosfat, Sodium, Neomioin, Fenol, Aseton, dan sebagainya. Sedangkan yang dari hewan biasanya darah kuda dan babi, nanah dari cacar sapi, jaringan otak kelinci, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, serum anak sapi, dan sebagainya. Sungguh, terdapat banyak persamaan antara praktik penyihir zaman dulu dengan pengobatan modern. Keduanya menggunakan organ tubuh manusia dan hewan, kotoran dan racun (informasi ini diambil dari British National Anti-Vaccination league)
Dr. William Hay menyatakan, “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatannya. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ….. (Immunisation:The Reality behind the Myth)

Senin, 04 Oktober 2010

The Jungle

0

Minggu 3 Oktober 2010

Queenza, Ayah, Bunda, kakak kembar, 2 Omku yang guanteng, and my aunty. Pukul 08.30 WIB kita berangkat dari rumah tercinta di pondok cabe menuju The Jungle Bogor. Sebenarnya sudah lama Ayah mengajak berenang, tapi menunggu aku dulu biar cukup bulan diajak berenang.
wehhh hari minggu di Jungle sangat ramai sekali, meskipun begitu aku senang jalan-jalan, coz aku kan digendong2 ma bunda (paling bunda yang cape) heheeeee   
Ini salah satu aksiku berenang dengan bunda. Tahap awal masih kakinya dulu yang dikenalkan ke kolam air anak-anak. Lama kelamaan basah deh semua dan kayanya yang semangat berenang itu bunda (hehehee) 

                    
  
 

                                             

Setelah lelah berenang aku dan bunda segera berganti pakaian dan menunggu kakak-kakak ku, aunty dan om ku berenang. Sambil menunggu mereka tidak henti-hentinya ayah foto aku dan bunda, lalu aku diajaknya berkenalan dengan zebra jungle wiuhh zebranya gaul yaa. Oia aku tidak takut badut lohhhh.....
Aku juga gak ketinggalan gaya ahhh

                   
                     

                     
Aku mencoba mengintip di balik pelukan bunda....  

 
Rasa lelah yang tak terbayarkan dengan senyuman ku...







Minggu, 03 Oktober 2010

Gundul habis

0

28 September lalu aku sudah 2bulan...
Ayah dan Bunda berharap banyak padaku agar aku selalu diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah da agar aku tambah pintar.
aku juga sekarang sudah digunduli oleh bundaku. Kata bunda aku digunduli agar rambutnya lebat dan rambut kotor yang sedari bayi dibersihkan. aku berharap rambutku lekas tumbuh lebat, indah dan tebal seperti rambut bunda & ayah. sebenarnya banyak yang bersedih ketika rambutku digunduli habis karena ketika aku lahir rambutku amat banyak dan tebal.

ini saat setelah rambutku baru saja selesai dipotong bunda

aku sudah rapih, tetap cantik kan...
semenjak gundul aku terlihat makin tembem dan bulet banget yaa...aku sering dipanggil botak/bulet oleh kakakku, om, tante, nenek, dan eyang tapi ayah dan bundaku bilang walaupun botak aku tetap cantik koo.. Aku juga masih bisa bergaya narsis dan yang jelas kakakku, om, tante nenek, eyang dan orang-orang semuanya gemes dan sayang padaku



Senin, 20 September 2010

Aku Anak Sehat

1

Senin, 20 September 2010
Hari ini Queenza berkunjung ke rumah sakit, diantar oleh Bunda, Ayah dan kakak kembar untuk melihat Queenza imunisasi BCG di Hospital Cinere. Saat di suntik Queenza menangis, tapi itu berlangsung tidak lama. setelah dari rumah sakit kami ke carefour sebentar untuk membeli susu Queenza. Wahhh hari yang menyenangkan bisa pergi bersama. Sampai ayah terpaksa tidak masuk untuk mengantar Queenza.
Lelahnya sepulang Imunisasi
Love You Ayah...
Love You Bunda...
Love You All   

Minggu, 19 September 2010

Doa Ayah untuk mu Nak..

0

Tuhanku, binalah anak hamba untuk menjadi seseorang yang cukup kuat untuk mengakui kelemahannya, cukup berani untuk mengakui ketakutannya, bangga dan tabah serta jujur dalam mengakui kekalahan, rendah hati dan lemah lembut dalam kemenangan.

Binalah anak hamba menjadi seseorang yang mampu mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja; seorang anak yang sadar bahwa mengenal Engkau dan mengenal dirinya sendiri adalah landasan segala pengetahuan.

Kumohon kepadaMu, janganlah pimpin dia di jalan yang mudah dan enak, namun berilah dia kesempatan untuk mengalami tekanan dan cobaan di jalan yang penuh kesulitan dan tantangan. Berilah dia kesempatan belajar untuk tetap tegak dalam prahara, dan welas asih kepada yang mengalami kegagalan.

Binalah anak hamba untuk berhati tulus, dan bercita-cita tinggi; seorang anak yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain, seorang anak yang memahami arti tawa ceria tanpa melupakan arti tangis duka, seorang anak yang mampu memandang jauh ke masa depan namun tidak melupakan masa yang telah silam.

Dan bila semua ini telah menjadi miliknya, aku mohon kepadaMu, tambahkanlah secercah kejenakaan supaya dia dapat bersungguh-sungguh dan juga dapat menikmati hidupnya.

Anugerahilah dia kerendahan hati dan kesederhanaan yang merupakan dasar keagungan yang sejati, kesediaan untuk menerima kenyataan yang merupakan dasar kearifan yang sejati dan kelembutan yang merupakan dasar dari kekuatan yang sejati.

Dan akhirnya, jika semua itu telah terwujud, hamba, ayahnya, akan memberanikan diri untuk berbisik, "hidup hamba tidaklah sia-sia.”

Ayah...

Jumat, 17 September 2010

My child

1

alhamdulillah putri pertamaku lahir dengan selamat.


Semua rasa yang aku lalui telah terobati sudah, mulai dari 1 minggu mules datang silih berganti..akhirnya dengan operasi cesar, setelah bergelut dengan waktu mencoba melahirkan normal dan akhirnya mentok juga, tepat pukul 16.46 wib seorang bayi perempuanku lahir dengan berat 3,1 kg dan panjang 49cm.

Selasa, 22 Juni 2010

Untuk Queenza

0

Assalamu’alaikum wr.wb.

Anakku yang bunda cintai…
Mungkin kamu heran dengan surat bunda ini. Surat yang bunda tuliskan ini jauh sebelum engkau hadir di dunia ini nak...
Bunda hanya ingin bercerita padamu nak... dan bunda ingin sampaikan padamu,
Harapan dan impianlah yang membuat bunda sanggup untuk tetap bediri tegar di tengah ujian dan cobaan hidup yang datang silih berganti menyapa bunda.

Anakku yang bunda cintai…
Terkadang bunda berpikir, sosok bunda seperti apa yang kau damba? Apakah bunda dengan sederet gelar dan karir yang menjanjikan ataukah sosok bunda sederhana yang punya banyak waktu luang untuk kamu dan ayah? Bagi bunda, karir terhebat bagi seorang perempuan adalah bunda yang mampu membimbing dan menjadikan anak-anaknya menuju pintu kebahagian dalam segala hal. Kesuksesan seorang bunda yaitu dapat dilihat dari seberapa mampu ia menciptakan suasana rumah yang harmonis, penuh cinta dan kasih sayang. Dan cukuplah keluarga rasulullah yang jadi panutan.

Anakku belahan jiwaku...
Bunda akui, bunda bukanlah sosok yang sempurna yang bisa kau banggakan dan kau teladani. Bunda masih sangat jauh dari gambaran sosok bunda ideal untukmu juga masih sangat jauh dari gambaran calon istri yang baik untuk ayahmu kelak.

Maafkan bunda nak...
Maafkan atas kekurangan bunda…Maafkan atas kealfaan bunda…Mungkin bunda terlalu naïf jika bunda terlalu berharap engkau akan tumbuh jadi anak yang sholeh juga sholehah, sementara bunda masih tetap seperti ini, berkubang dalam lumpur dosa yang hina dan tak bergegas membasuh diri dengan air suci lagi mensucikan.

Anakku yang bunda sayangi…
Pahamilah kalimat Allah “Basmallah” jika kamu hendak memulai suatu pekerjaan nanti, jangan lupa selalu mengucapkan kalimat itu yaa… kalimat itu sudah terbukti memiliki kekuatan yang dahsyat terutama untuk Ayah dan Bunda.
Tahukah anakku, saat Ayah dan bunda memutuskan untuk menikah yaitu tepatnya 24 Oktober 2009, Ayah dan Bunda tidak memiliki apapun…yang kami punya adalah sebuah kalimat “Bismillahirohmanirrahim”. Tapi Allah SWT itu maha mengetahui hambanya. Terbukti kami bisa menikah dengan acara yang cukup mewah bagi Ayah dan Bunda, meskipun tidak sampai ber-Milyaran heeee… alhamdulillah semuanya berjalan sangat lancer dimulai dari persiapan sebelum nikah sampai waktunya tiba.

Anakku yang bunda tumpukan…
Rezeki yang Allah kasih untuk Ayah dan Bunda tidak hanya sampai disana, tapi…tidak beberapa waktu lama tepatnya tidak sebulan sejak Ayah dan Bunda menikah, Bunda tidak tahu bahwa bunda akan mendapatkan sebuah amanah besar dari Allah SWT. Bunda sangat berharap bisa sukses dan mampu menjalankan amanah yang diberikan ini. Sebuah amanah besar yang tidak hanya untuk masa depan bunda dan ayah, tapi juga kakek dan nenekmu.

Tahukah kamu itu nak???
Amanah itu adalah kamu…rasanya bunda dan ayah tidak dapat menyangka jika kami dibeikan kamu secepat ini. Bunda dan ayah sangat amat bahagia sekali saat mendapatkan hadiah terindah ini dari Allah SWT.
Dimulai dari kamu hadir sampai detik-detik yang bunda nantikan saatnya kelak kamu hadir di dunia ini…

Anakku yang bunda dan ayah nantikan…
Bunda berharap kelak kamu bisa menjadi teladan, kebanggaan bagi ayah dan bunda kelak. Bunda berharap kamu menjadi anak yang selalu ingat akan Allah SWT yang menjadikanmu hadir didunia yang keras ini.
Anakku yang bunda cintai…
Tahukah kamu ayah sangat mencintai dan menjaga kamu dengan penuh kesabaran dalam menghadapi bunda yang kadang membuat ayah jengkel. Semenjak ayah tahu bahwa kamu kelak akan memberikan sebuah warna kehidupan untuk kami.

Anakku yang dicintai ayah dan bunda…
Bunda saat ini harus bertarung dengan kehidupan kita antara kamu dan bunda. Tapi bunda selalu berdoa dan yakin Allah SWT pasti memberikan kekuatan untuk kita berdua agar kita dapat melewati saat-saat itu kelak yaa...nak. Itu adalah bukti cinta bunda untuk ayah dan sebuah pengorbanan bunda yang berbuah keceriaan kelak.
Bunda berharap dan memohon kepada Allah SWT kamu terlahir dengan sempurna, fisik, sehat.

Anakku buah hatiku…
Tahukah kamu??? Kelak nanti kamu melihat sebuah warna dalam hidupmu, sesungguhnya itu hanyalah sebuah persepsi visual yang dilihat oleh mata hatimu. Satu hal yang perlu kamu ketahui nak.. mata hanya dapat melihat jika ada cahaya. Cerah suramnya warna yang kau lihat tergantung dari tinggi rendahnya intensitas cahaya yang dipantulkan pada benda yang kau tatap. Jika cahayanya redup, niscaya kau hanya bisa melihat warna yang suram, namun jika cahayanya terang benderang, maka warna yang kau lihat pun akan nampak cerah berbinar.
Tahukah kau di mana sumber cahaya itu nak? Dia ada dalam tungku hatimu…yah dia ada disana… Pemilik jiwamu telah menaruhnya di sana. Itulah iman.
Tugasmu hanyalah menyulut pemantiknya agar ia tetap bercahaya.

Anakku permata hatiku...
Hidup ibarat sebuah pelayaran di samudera yang luas menuju ke pulau impian yang kekal abadi. Tak selamanya lautan itu tenang. Akan ada di mana badai datang menghadang, akan ada saat di mana gelombang akan datang menerjang, dan akan ada saat di mana kabut menghalangi pandanganmu kelak. Semuanya itu adalah sebuah keniscayaan.
Persiapkan dirimu untuk menghadapi halangan-halangan itu nak... Persiapkan bekalmu, jika tidak, niscaya kapal yang kau nakhodai akan karam dan terjungkal dilamun ombak di lautan. Besar harapan bunda, kau akan berhasil menakhodai kapal hidupmu dan bisa berlabuh pada dermaga di pulau impian.

Semoga bunda dan ayah mampu memberikan pendidikan yang layak kamu terima. Seperti halnya bunda dapatkan dari nenekmu. Bunda dan ayah hanya dapat memberikan kamu sebuah 3 wasiat, yaitu: kelak bagi kami kamu menjadi anak yang soleh/soleha. , ilmu yang bermanfaat yang kami berikan, serta jagalah silatuhrahmi dengan saudara-saudara kamu kelak. Sebuah Amanah yang bunda dan ayah terima untuk menjadikan kamu seorang pribadi yang lebih baik di mata Allah azza wa jallah. Inilah salah satu alasan bunda menulis surat ini untukmu. Surat ini adalah sebuah komitmen tertulis bunda padamu nak…

Waalaikumusalam wr.wb.

bunda yang mencintai dan selalu mendoakanmu